Assalamu Alaikum Wr.Wb. dan Salam Sejahtera....Selamat Datang di LM3 Model GMIM NAFIRI Manado dan P4S PELANGI Manado, Sulawesi Utara....Solusi Indonesia Hijau ..... Hijaukan Indonesia dengan Pertanian Terpadu Bebas Sampah .... Indonesia Integrated Farming Zero Waste...STOP GLOBAL WARMING

Info dari Situs LEKADnews Jakarta

LEKAD SEBAGAI LEMBAGA YANG TELAH BERPENGALAMAN DALAM KAJIAN, FASILITASI, PUBLIKASI DAN PELATIHAN DIBIDANG KERJASAMA DAERAH SEJAK 2005 MENAWARKAN PELATIHAN PEDOMAN DASAR PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KERJASAMA ANTAR DAERAH KEWILAYAHAN. PELATIHAN INI AKAN DISELENGGARAKANA PADA: HARI RABU S/D JUMAT 27-29 APRIL 2011, BERTEMPAT DI GRAHA WISATA KUNINGAN, JL. H.R RASUNA SAID KUNINGAN, JAKARTA_ INFO SILAKAN KONTAK WILDA (081314246402) ATAU H.ASRUL HOESEIN (085215497331) TERIMA KASIH.
Tampilkan postingan dengan label Berkah Sampah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berkah Sampah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Maret 2011

Aplikasi dan Pendukung Pertanian Terpadu Bebas Sampah Pembuatan Kompos dari Sampah Rumah Tangga

dok_AsrulHoesein_GIH Foundation_Posko Hijau
Salah satu usaha yang dapat diandalkan dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat  dan kestabilan lingkungan berbasis  pertanian  adalah dengan menerapkan  Pertanian Terpadu Bebas Sampah (Integrated Farming  Zero Waste) pada  suatu wilayah, sebagaimana yang akan dilaksanakan oleh LM3PPAS menuju LM3 Model.

Program pertanian terpadu  tanpa limbah  yang ramah lingkungan  ini  mampu menjawab tantangan keterbatasan energi dan iklim yang  ada dengan menghasilkan proses serta produk pertanian yang bersandar pada  konsep  agroekologi  yang  mampu meningkatkan diversifikasi spesies dan genetik dari agroekositem pada tempat dan waktu pada level lahan termasuk perpindahan organisme.Selain itu, dengan diterapkannya  Integrated Farming Zero Waste ini masyarakat mampu menghasilkan produk  bernilai  tambah dengan memanfaatkan bahan-bahan  by product  (bahan samping)  sebagai bahan dasar produk pangan alternatif  seperti opak hati pisang yang kaya serat dan karbohidrat serta pupuk kompos sebagai produk penunjang kegiatan pertanian masyarakat. Oleh karena itu, penerapan  Integrated Farming Zero Waste model  ini mampu membangun suatu kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

Pertanian Terpadu Bebas Sampah, LM3PPAS Musi Banyuasin, Sumatera Selatan Menuju LM3 Model


Lokasi LM3PPAS menuju Pertanian Terpadu_dok.Rul
Pertanian Terpadu Bebas Sampah by LM3 Ponpes Asysyifa
(Muba Integrated Farming Zero Waste)
By: H.Asrul Hoesein_GIH Foundation_LM3PPAS Muba
Pertanian Terpadu Merupakan Solusi Lingkungan Hijau, Gagasan strategi yang mampu diterapkan sebagai solusi untuk menjawab tantangan kelestarian lingkungan Indonesia dengan memasyarakatkan Model Pertanian Terpadu Tanpa Limbah (Integrated Farming Zero Waste) pada para petani. Penerapkan Model Pertanian Terpadu Bebas Limbah (Integrated Farming Zero Waste) dengan mengacu pada agroekologi.

Pada prinsipnya agroekologi adalah upaya ekologis untuk mempertemukan kondisi ekologis sumberdaya dengan kondisi ekologis manusia guna mendapatkan manfaat optimal dalam jangka panjang. Dalam praktek di lapangan konsep agroekologi adalah upaya mencari bentuk pengelolaan sumberdaya lahan permanen, baik dalam satu komoditi maupun kombinasi antara komoditi pertanian dan kehutanan dan atau peternakan/ perikanan secara simultan atau secara bergantian pada unit lahan yang sama dan bertujuan untuk mendapatkan produktivitas optimal, lestari dan serbaguna, dan memperbaiki kondisi lahan atau lingkungan. Jika sistem ini berhasil dimasyarakatkan, diharapkan para petani bersedia kembali bertani dengan cara alamiah (go organik). Di sisi lain, dengan penerapan sistem ini kelestarian lahan pertanian dan kawasan di sekitarnya akan lebih terpelihara.

Dalam mengaplikasi (demplot) program Model Pertanian Terpadu Bebas Limbah dalam skala mikro oleh LM3 Ponpes Asy-Syifa (LM3PPAS). Pada demplot penerapan sistem ini adalah Lokasi Pondok Pesantren sebagai induk dari LM3PPAS, yang terletak di Muarenim Km.10 Peyelibok, Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Lokasi ini LM3PPAS seluas +60 Ha.(baru sekitar 5 Ha termanfaatkan, antara lain peternakan/penggemukan sapi, peternakan ayam, tanaman sayur-hortikultura), namun sangat memiliki potensi pertanian dan perkebunan (hortikultura) yang memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai salah satu usaha untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan (sustainable) melalui pembangunan pertanian terpadu bebas sampah atau bebas limbah.
Perumusan Masalah

Pengembangan usaha pertanian berorientasi pelestarian lingkungan ( go green) merupakan wacana utama yang sedang berkembang dalam masyarakat dunia (stop global warming) untuk mengantisipasi perubahan iklim yang sudah menjadi kenyataan (fakta) akhir-akhir ini. Semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat akan dampak negatif dari kerusakan lingkungan yang disebabkan karena berkembang dengan pesatnya sistem pertanian konvensional selama ini, mendorong pemerintah di berbagai negara untuk mulai beralih kepada sistem pertanian organik ini. Salah satu negara,
misalnya Jepang telah menerapkan model pertanian terpadu antara pertanian padi dan bebek Aigamo.

Dalam teknik pertanian terpadu padi dan bebek ini, sawah padi ditutup dengan pagar beraliran listrik, jaring dan sebagainya. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan dimana bebek Aigamo dan padi dapat menjalin simbiose yang saling menguntungkan. Pertanian padi dan bebek telah terpadu dalam sawah padi secara organis. Inilah yang mengindikasikan adanya penerapan agroekologi dalam sistem pertanian padi dan bebek di Jepang tersebut. (Sumber: Farming Japan Vol.43-3, 2009).

Contoh di atas menggambarkan bahwa dalam praktek di lapangan konsep agroekologi ini berupaya untuk mencari bentuk pengelolaan sumberdaya lahan permanen, baik dalam satu komoditi maupun kombinasi antara komoditi pertanian dan kehutanan dan atau peternakan/perikanan secara simultan atau secara bergantian pada unit lahan yang sama dan bertujuan untuk mendapatkan produktivitas optimal, lestari dan serbaguna, dan memperbaiki kondisi lahan atau lingkungan.Oleh karena itu, model Pertanian Terpadu Bebas Sampah(Integrated Farming Zero Waste) ini merupakan salah satu alternatif yang dapat diaplikasikan secara berkelanjutan.

Sistem ini mampu diterapkan dan dikembangkan untuk membangkitkan gairah kemandirian ekonomi masyarakat (khususnya masyarakat perdesaan) di beberapa daerah seperti Sumatera Selatan khususnya, termasuk Sulawesi, Banten, Bali bahkan hingga Papua. Integrated Farming Zero Waste yang berakar dari konsep agroekologi ini semakin bermanfaat untuk mendukung penerapan Integrated Farming Zero Waste dan keseimbangan tatanan lingkungan yang ada.

Dalam pengembangan Integrated Farming Zero Waste (Pertanian Terpadu Bebas Sampah) ini akan di aplikasi dalam beberapa hal, yaitu :

1. Bagaimana kondisi demografi dan potensi Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
2. Bagaimana tahapan penerapan dan pengembangan Model Pertanian Terpadu Bebas Sampah pada demplot di Lokasi LM3PPAS tersebut di Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
3. Bagaimana usaha pemberdayaan potensi masyarakat dalam mendukung penerapan serta pengembangan Integrated Farming Zero Waste di Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Tujuan Program Pertanian Terpadu Bebas Sampah :

Program Integrated Farming Zero Waste (Pertanian Terpadu Bebas Sampah) LM3PPAS ini memiliki beberapa tujuan, antara lain:

1. Menguraikan kondisi demografi dan potensi lokal Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.(baca potensi Muba klik di SINI)
2. Menjelaskan tahapan penerapan dan pengembangan Integrated Farming Zero Waste (Pertanian Terpadu Bebas Sampah) pada demplot, yaitu Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
3. Memaparkan usaha-usaha pemberdayaan kepada masyarakat komunitas tani (khususnya anggota LM3PPAS, Kelompok Tani, KTNA, P4S) untuk mendukung penerapan serta pengembangan Integrated Farming Zero Waste (Pertanian Terpadu Bebas Sampah) Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
Manfaat Pertanian Terpadu Bebas Sampah
Manfaat yang diharapakan mampu diberikan oleh LM3PPAS adalah:

1. Diperolehnya informasi mengenai kondisi demografi dan potensi lokal dan permasalahan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan khususnya dan masyarakat Indonesia (komunitas tani) pada umumnya.
2. Diterapkannya Pertanian Terpadu Bebas Sampah (Integrated Farming Zero Waste) yang merupakan satu implementasi (aplikasi)konsep agroekologi sebagai strategi peningkatan kemandirian masyarakat dan kestabilan sistem lingkungan (bersih, hijau dan mandiri).
3. Memfasilitasi peran serta LM3 sebagai tempat belajar agribisnis, melalui pemberdayaan potensi masyarakat dalam mendukung penerapan serta pengembangan Pertanian Terpadu Bebas Sampah (Integrated Farming Zero Waste) di Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Penerapan program ini, sangat diharapkan dapat menjadi model bagi komunitas LM3 dan Kelompok Tani khususnya di Provinsi Sumatera Selatan dan LM3 di seluruh Indonesia, agar bisa shar dan bargaining teknologi dan pemsaran (pilot project) dalam pengembangan Pertanian Terpadu Bebas Sampah (Integrated Farming Zero Waste) ini.

Manfaat secara umum, bahwa kami LM3PPAS bermaksud mengaplikasi konsep dan program pemerintah secara total (bukan parsial) dalam menghijaukan Indonesia (Indonesi Go Green) serta sebuah upaya makro untuk mengantisipasi perubahan iklim, yang sudah bukan lagi menjadi isu, tapi lebih merupakan fakta dewasa ini.

Mari Stop Global Warming. Ingat!!! Indonesia adalah paru-paru dunia. Benar memang Indonesia bisa hidup tanpa negara-negara besar seperti AS, Jerman, China dll, namun mereka itu tidak akan hidup dengan stabil tanpa Indonesia. Kondisi inilah seharusnya menjadikan kita (Indonesia) lebih memacu diri menjadi penyejuk dunia (rahmatanlilalamin) buat seluruh masyarakat dunia tanpa kecuali. Ini kesempatan besar buat kita, buat Indonesia.
------------------------------------------------------------------------------------------
Kabupaten Musi Banyuasin adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan dengan ibu kota Sekayu. Kabupaten ini memiliki luas wilayah ±25.664 km² yang terbentang pada lokasi 1,3° - 4° LS, 103° - 105° BT. Bupati Kabupaten Musi Banyuasin adalah H. Pahri Azhari yang dilantik pada tanggal 29 Juli 2008 menggantikan Alex Noerdin.
------------------------------------------------------------------------------------------
Pembangunan Infrastruktur Pertanian Terpadu (Pertanian Organik):
Untuk informasi pengelolaan (rancang bangun) Pertanian Terpadu Bebas Sampah (Integrated Farming Zero Waste) serta Pengelolaan Sampah Kota atau Limbah Pertanian (Sisa Panen) menjadi Pupuk Organik (Pupuk Kompos Padat dan Pupuk Kompos Cair) dengan Teknologi Komposter BioPhoskko (TTG), silakan hubungi kami:

Jaringan Posko Hijau ^ GIH Foundation
KencanaOnline Klik di SINI atau Klik di Sini atau silakan email ke Klik di SINI
Atau hubungi ke: 081278427909 (H.Cholik H.Senen, ST, Ketua LM3 Ponpes Asysyifa), 085215497331 (H.Asrul Hoesein) atau 0815700935 (Ir. Sonson Garsoni) > PT. Cipta Visi Sinar Kencana, Bandung. Atau shar ke GIH Foundation atau AsrulHoeseinBrother atau hubungi jejaring Posko Hijau ^ Gerakan Indonesia Hijau Foundation (alamat klik di Sini) di seluruh Indonesia.

Rabu, 10 Februari 2010

Mendulang Emas dari Sampah


Oleh : H.Asrul Hoesein
Advisor LM3 Model GMIM Nafiri Kota Manado, Sulut.

Sampah adalah bahan yang tidak berguna, tidak digunakan atau bahkan bahan yang terbuang sebagai sisa dari sesuatu proses yang dihasilkan dari aktifitas manusia.

Sampah biasanya berupa padatan atau setengah padatan yang dikenal dengan istilah sampah basah dan sampah kering. Sampah bias berasal dari kegiatan rumah tangga maupun sampah dari kegiatan komersial seperti pasar, limbah dari pabrik, kotoran hewan/ternak (kohe) dan unggas hinggasisa tanaman lainnya.

Sampah berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi sampah organic yaitu sampah yang sebagian senyawa organikseperti sisa tanaman (jerami,dll), hewan, atau kotoran hewan, sampah jenis ini mudah diuraikan oleh jasad hidup khususnya mikroorganisme. Sedang sampah Anorganik adalah jenis sampah yang tersusun oleh senyawa anorganik seperti plastic, botol, logam yang sulit untuk diuraikan oleh jasad renik.

Sampah-sampah tersebut oleh sebagian orang dianggap hal sangat kotor dan menjijikan, tidak ada manfaatnya padahal dari sampah tersebut bias mendulang “emas” khususnya dari sampah organic yang di olah menjadi kompos (pupuk organic) yang mempunyai nilai jual lebih bagus (pengalaman penulis, membuktikan bahwa 1 ton sampah organic bila di olah menjadi pupuk kompos padat dan pupuk kompos cair, dapat menghasilkan sekitar 1,5 juta rupiah), mau coba klik di sini. Bahkan untuk memudahkan dan menambah nilai jual dapat dibuat dalam bentuk granul atau butiran-butiran kecil.

Jumlah sampah organic setiap harinya terus bertambah, dan bila tidak diolah tentu akan mendatangkan banyak masalah, terutama pencemaran lingkungan. Namun jika kita mengolahnya menjadi kompos dan menjualnya akan mendatangkan rupiah, membuka lapangan pekerjaan baru, tentu saja sampah akan menjadi barang berharga dan bahkan suatu waktu akan kita cari. Terlebih dewasa ini, kebutuhan akan pupuk organic di Indonesia, pada tahun 2010 membutuhkan 12 juta ton, dan itu akan meningkat terus, yang diperkirakan pada tahun 2015 dibutuhkan 15 juta ton pupuk organic, itu semua demi mensukseskan atau merealisir pembangunan pertanian organic Indonesia.

Untuk pengolahan sampah bisa dilakukan sendiri atau basis komunitas dengan melibatkan warga di lingkungan tempat tinggal seperti RT, RW atau Karang Taruna/Kelompok Tani. Sampah-sampah tersebut dipilah yang organic dan anorganik, yang anorganik bias dijual kepada pemulung dan yang organic untuk diolah menjadi kompos.

Mengolah sampah menjadi komposdapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai yang sederhana hingga yang memerlukan mesin (skala industry/komersial > Info hal ini bias Anda dapat di Kencana Online klik di sini). Berbagai mesin yang digunakan untuk membuat kompos, seperti mesin komposter (berbagai ukuran/model), mesin pencacah atau penghancur dengan berbagai kapasitas produksi yang dilengkapi dengan penggerak elektrik motor/listrik, mesin untuk mengayak sekaligus untuk mengemas, mesin pengering, hammer mill yaitu mesin untuk menghaluskan bahan sebelum dibuat granul dan mesin granul.

Agar pupuk organic yang diedarkan/digunakan petani terjamin mutu dan efektivitasnya, maka pupuk harus memenuhi standar mutu yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 28/Permentan/OT.140/5/2009 tentang pupuk organic, pupuk hayati dan pembenah tanah.

Kebutuhan pupuk organic dari tahun ke tahun terus meningkat untuk tahun 2010 diperkirakan sekitar 12 juta ton dan tahun 2015 akan mencapai 15 juta ton. (sumber; sinartani,2009)

Catatan : Untuk masyarakat (person/kelompok) bila berkeinginan membuka usaha dalam pengelolaan sampah atau limbah pertanian atau membutuhkan pupuk kompos padat dan cair atau pupuk Tablet NPK Plus Gramafix (bebas edar di Indonesia dan ekspor), bisa berhubungan dengan penulis (PT. Cipta Visi Sinar Kencana, Bandung, sebagai perusahaan principal, produsen alat dan bahan pengelolaan pupuk organic basis sampah kota), untuk melihat profil produk kami, silakan ke situs kencana online klik di sini, kami siap membantu sekaligus bermitra dengan Anda. Atau email kami di hasrulhoesein@gmail.com atau CP: 085215497331 (Asrul) atau 04112686031 (Iwan).
Atau hubungi LM3 Model GMIM Nafiri Manado, Sulawesi Utara, CP: 08124424964 (Erisman Panjaitan, SE), atau wilayah Kota Palopo Sulawesi Selatan, CP: 08124230199 (Syamsul Alam, SIP, M.Si), untuk Kab. Bone Sulawesi Selatan, CP: 08124270311 (Agus Wandy. AH) atau CP: 081524139294 (Abd. Azies Hoesein). Kab. Takalar Sulawesi Selatan, CP: 081241171001 (H.Baharuddin), Untuk Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, CP: 081341791509 (Akbar Sagoni), kami juga bersedia mendampingi Anda dalam presentasi di pemerintah kab/kota dalam kaitan pengelolaan sampah menjadi pupuk organic kompos (pengembangan ekonomi kreatif di tingkat masyarakat/petani Indonesia).

Manado, 7 Pebruari 2010

LM3 MODEL GMIM NAFIRI MANADO Headline Animator